Month: January 2019

Berasal Dari Manakah Seni Melukis Encaustic?

Encaustic dalam kata Yunani yang berarti “memanaskan atau membakar” (enkaustikos). Panas dipakai di semua proses, dari mengencerkan lilin lebah dan pernis untuk memadukan lapisan lilin. Encaustic terdiri dari lilin lebah alami dan resin damar (getah pohon mengkristal). Media ini dapat dipakai sendiri untuk transparansi, kualitas perekat atau dipakai berpigmen. Pigmen bisa ditambahkan ke media, atau dibeli dan diwarnai dengan pigmen artis tradisional. Media dilebur dan diaplikasikan dengan kuas atau perlengkapan lainnya yang akan diciptakan oleh sang oleh seniman. Setiap lapisan lantas dipanaskan kembali untuk dipadukan dengan lapisan sebelumnya.

SEJARAH ENCAUSTIC

Lukisan Encaustic merupakan teknik kuno yang berasal dari zaman Yunani, dengan memakai lilin untuk melambungkan lambung kapal. Pigmenting lilin memunculkan hiasan di kapal perang. Penggunaan encaustic pada panel menyaingi pemakaian tempera dalam lukisan kuda-kuda portabel paling mula yang diketahui. Tempera ialah proses yang lebih cepat serta lebih murah. Encaustic juga merupakan teknik yang lambat dan sulit, namun cat dapat dibuat luas, dan lilin menyerahkan efek optik yang kaya pada pigmen. Karakteristik-karakteristik ini menciptakan pekerjaan yang telah berlalu mengejutkan seperti kehidupan. Di samping itu, encaustic mempunyai daya tahan yang jauh lebih banyak daripada tempera, yang rentan terhadap kelembaban. Mungkin yang sangat terkenal dari seluruh karya encaustic ialah potret pemakaman Fayum yang dilukis pada abad ke-1 sampai ke-3 M oleh pelukis Yunani di Mesir. Sebuah foto almarhum yang dilukis baik di puncak kehidupan atau sesudah kematian, ditempatkan di atas mumi orang itu sebagai petanda. Ini satu-satunya karya encaustic yang masih hidup dari zaman kuno. Betapa segar warnanya sebab perlindungan yang dihasilkan lilin.

Pada abad ke-20 telah muncul kembali encaustic dalam skala besar. Sebuah ironi kecanggihan zaman, dengan penekanannya pada perkembangan teknologi, bahwa kiat melukis yang kuno dan melibatkan encaustic harus menerima minat yang begitu luas.

Upaya sebelumnya untuk menghidupkan kembali encaustic sempat gagal dalam menuntaskan satu masalah yang menciptakan situasi melukis encaustic tersebut begitu melelahkan pada proses pencairan lilin. Namun sekarang, ketersediaan perangkat pemanas listrik portabel dan sekian banyak alat menciptakan pemakaian encaustic lebih gampang diakses. Hari ini semakin populer dengan seniman di semua dunia.

PERAWATAN SENI ENCAUSTIC

Lukisan-lukisan encaustic ini harus diarsipkan, sama halnya dengan seni rupa, perawatan juga berlaku bagi mereka. Seharusnya tidak ada rasa fobia akan meleleh dalam suhu rumah tangga yang normal. Lilin dan resin akan meleleh jika terkena suhu lebih dari 150 derajat Fahrenheit. Meninggalkan lukisan di mobil di siang hari ketika matahari terik, tidak akan dianjurkan atau tidak diperbolehkan menggantung lukisan di depan jendela dengan matahari langsung menyorot. Dan mereka pun sensitif terhadap suhu dingin.

Beberapa warna encaustic akan “berkembang” atau menjadi keruh seiring waktu. Jika lukisan Anda tampak tidak jelas, gosok permukaannya dengan kain lembut atau stocking nilon. Bagian permukaan tetap terjaga kilaunya sebagai media lilin akan mengeras sampai 1-3 tahun.

Read More
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook
Google+
http://www.waxent.com/2019/01">
Twitter
Pinterest
LinkedIn